FAWATIH AS SUWAR

Tidak ada komentar:
12 Februari 2015

1.       Pengertian Fawathir Suwar
             Menurut bahasa fawatif merupakan jamak dari fatihah, yang berarti pembukaan, awalan, atau permulaan. Sedangkan as-suwar merupakan jamak dari as-surah, artinya kumpulan ayat-ayat Al-Qur'an yang mempunyai awalan dan akhiran.
             Sedangkan menurut istilah, fawatihus suwar artinya pembukaan-pembukaan dari surah-surah Al-Qur'an, karena posisinya yang mengawali perjalanan teks-teks pada suatu surat. Keseluruhan dari surah Al-Qur'an yang berjumlah 114 surah tersebut dibuka hanya dengan 10 macam pembukaan dan tidak ada 1 surahpun yang keluar dari 10 macam pembukaan tersebut serta tiap-tiap macam pembukaan itu mempunyai rasio atau hikmah tersendiri, sehingga sangat perlu untuk dipelajari.
             Biasanya, pembukaan surah tersebut  dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah yang dinamakan dengan ahruf muqaththa’ah (huruf terputus-putus yang terdapat dipermulaan surah-surah Al-Qur'an). Dinamakan demikian karena posisi huruf tersebut cenderung menyendiri dan tidak bergabung membentuk suatu kalimat secara kebahasaan. Serta cara membacanyapun tidaklah berbeda darai lafal yang diuraikan dengan huruf hijaiyah.
             Menurut Ibnu Abi Asba’, seperti dikutip Ahmad bin Musthafa, bahwa pembuka-pembuka surat itu untuk menyempurnakan dan memperindah bentuk-bentuk penyampaian, dengan sarana pujian atau melalui huruf-huruf. Selain itu, ia dipandang merangkum segala materi yang akan disampaikan lewat kata-kata awal.
            
            
2.       Macam-macam Fawatihus Suwar dan Hikmahnya
             Fawatihus suwar atau pembukaan-pembukaan dari 114 surah-surah Al-Qur'an itu ada 10 macam, diantaranya:
a.       Pembukaan dengan pujian kepada Allah SWT
          Pembukaan dengan pujian ini ada 2 macam, yaitu:
1)      Menetapkan sifat-sifat terpuji, dengan menggunakan lafadh hamdalah atau tahaaraka.
a)       Lafadh “hamdalah” terdapat dalam 5 surah, yaitu surah al-Fatihah, surah Al-An’am, surah al-Kahfi, surah Saba’ dan surah Fathir.
b)      Lafadh “tabaaraka” terdapat dalam dua  surah yaitu al-Furqan dan surah al-Mulk.
2)      Mensucikan Allah SWT dari sifat-sifat yang negatif
              Dalam hal ini digunakan lafadh tasbih serta terdapat dalam 7 surah, diantaranya: surah al-Isra’, surah al-A’la, surah al-Hadid, surah al-Hasyr, surah ash-Shaffu, surah al-Jumu’ah dan surah at-Taghabun.
              Surah yang dimulai dengan pujian ini ada 14 huruf yang tanpa diulang serta terdapat dalam 29 surah. Ke-14 huruf yang terdapat dalam 3 surah, yaitu surah shaad (ص), surah qaaf (ق), dan surah al-qalam (ن).
b.      Pembukuan dengan huruf-huruf hijaiyah
             Huruf yang dipakai untuk pembukaan ini ada 14 huruf yang tanpa diulang serta terdapat dalam 29 surah. Ke-14 huruf tersebut terkumpulk dalam kalimat:
صن سرايقطعك atau  نص حكيم قاطع له سر
             Penggunaan huruf-huruf tersebut dalam pembukaan surah-surah Al-Qur'an disusun dalam 14 rangkaian dan terdiri dari 5 kelompok, yaitu:
1)      Kelompok yang terdiri dari satu huruf yang terdapat dalam 3 surah yaitu surah shaad (ص), surah qaaf (ق), dan surah al-qalam (ن).
2)      Kelompok yang terdiri dari 2 huruf, ada 4 rangkaian dan terdapat dalam 9 surah.
a)       Rangkaian huruf “ha” dan “mim” (حم), terdapat dalam 6 surah, yaitu surah al-Mu’min, surah as-Sajdah, surah az-Zahruf, surat adalah –Dukhan, surah al-Jatsiyah dan surah al-Ahqaf.
b)      Rangkaian huruf “Tha” dan “Ha” (طه), dalam surah Thaha.
c)       Rangkaian huruf “Tha” dan “Sin” (طس), dalam surah an-Naml.
d)      Rangkaian huruf “Ya” dan “Sin” (يس) dalam surah Yasin.
3)      Kelompok yang terdiri dari 3 huruf, ada 3 rangkaian dan terdapat dalam 13 surah.
a)       Rangkaian hurf “Alif, Lam, Mim” (الم), dalam 6 surah yaitu surah al-Baqarah, surah Ali Imran, surah al-Ankabut, surah ar-Rum, surah Luqman dan surah as-Sajdah.
b)      Rangkaian huruf “Alif, lam, ra” (الر), dalam 5 surah yaitu, surah Yunus, surah Hud, surah Yusuf, surah Ibrahim, dan surah al-Hijr.
c)       Rangkaian huruf “Tha, sin, mim” (طسم), dalam surah al-Qashsash, dan surah asy-Syu’ara.
4)      Kelompok yang terdiri dari 4 guruf, ada 2 rangkaian dan terdapat dalam 2 surah.
a)       Rangkaian huruf “alif, lam, mim dan ra” (المر), dalam surah ar-Ra’d.
b)      Rangkaian huruf “alif, lam, mim dan shad” (المص), dalam surah al-A’raf.
5)      Kelompok yang terdiri dari 5 huruf, ada 2 rangkaian dan terdapat dalam surah.
a)       Rangkaian huruf”kaf, ha, ya, ‘ain dan shad” (كهيعص), dalam surat Maryam.
b)      Rangkaian huruf “ha, mim ‘ain sin, dan qaf” (هم عسق), dalam surah asy-Syura.
c.       Pembukaan dengan Nida’ atau panggilan
1)      Nida’ yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, diantaranya dalam surah al-Ahzab, surah at-Tahrim dan surah ath-Thalaq yang ketiganya menggunakan lafadh (يا يها النبي), serta surah al-Muzammil dan surah Muddatshir.
2)      Nida’ yang ditujukan kepada kaum mukminin, dengan menggunakan lafadh (يايها الذين امنوا), diantara surah yang menggunakan lafadh tersebut yaitu surah al-Maidah, dan surah al-Hujurat
3)      Nida’ yang ditujukan kepada umat manusia, dengan menggunakan lafadh (يايها الناس), terdapat dalam surah an-Nisa’ dan surah al-Hajji.
Adapun hikmah dari pembukaan dengan Nida’ ini ialah untuk memberi peringatan atau perhatian, baik kepada Nabi SAW maupun ummat beliau, dan untuk menjadi pedoman serta petunjuk dalam mengarungi laut kehidupan di dunia ini.
d.      Pembukaan dengan jumlah Khabariyah
1)      Jumlah ismiyah, terdapat dalam pembukaan 11 surah, yaitu surah at-Taubah, surah an-NUr, surah az-Zumar, surah Muhammad, surah al-Fath, surah ar-Rahman, surah al-Haqqah, surah Nuh, surah al-Qadr, surah al-Qari’ah dan surah al-Kautsar.
2)      Jumlah fi’liyyah terdapat dalam pembukaan 12 surah, diantaranya surah al-Anfal, surah an-Nahl, surah al-Anbiya’, surah al-Mu’minun, surah al-Qamar, surah al-Mujadilah, surah al-Ma’arij, surah al-Qiyamah, surah al-Balad, surah Abas, dan surah al-Bayinah.
Hikmah dari pembukaan dengan jumlah ini ialah untuk memperingatkan Nabi SAW dan umat Islam agar memperhatikan firman-firman Allah yang disebutkan sesudah pembukaan itu, serta mengamalkan dan menjadikannya sebagai pedoman.


e.       Pembukaan dengan Sumpah
1)      Sumpah dengan benda-benda angkasa, seperti langit, bintang, matahari dan lain-lain. Surah yang dibuka dengan sumpah ini diantaranya: surah ash-Shaafat, surah an-Najm, menggunakan bintang, surah al-Mursalat dengan malaikat-malaikat-Nya, surah an-Nazi’at, surah ath-Thariq dengan menggunakan langit, surah al-Fajr dan surah Syams.
2)      Sumpah dengan benda-benda bahal, diantaranya digunakan dalam pembukaan surah adz-Dzariyat, surah ath-Thur, surah at-Tin, dan surah al-‘Adiyat.
3)      Sumpah dengan waktu, digunakan dalam surah al-Lail, surah adzh-Dhuha dan surah al-‘Ashr.
Hikmah Allah membuka beberapa surah dalam kitab-Nya dengan memakai sumpah yaitu agar kita bersikap tanggung jawab, agar dalam bersumpah kita menggunakan nama Allah atau Dzat-Nya dan agar benda-benda atau makhluk yang digunakan dalam sumpah tersebut diperhatikan oleh umat manusia.
f.       Pembukaan dengan syarat
1)      Syarat yang masuk kepada jumlah ismiyah
a)       Surah at-Takwir, dengan lafadh (اذالشمس كورت)
b)      Surah al-Infithar, dengan lafadh (اذا السماء انفطرت)
c)       Surah al-Insyiqaq.
2)      Syarat yang masuk kepada jumlah fi’liyah
a)       Surah al-Munafiqun, dengan lafal (اذا جانك المنفقون).
b)      Surah al-Waqi’ah, surat az-Zalzalah dan surah an-Nashr.
g.      Pembukaan dengan fi’il amar
          Dengan menggunakan lafadh (إقرا) dan (قال) seperti dalam surah al-A’laq yang berbunyi (إقراباسم ربك الذى خلق), juga dalam surah al-Jiin, dengan lafadh (قل اوحى إلى انه استمع من الجن).
          Serta dalam pembukaan surah al-Kafirun, surah al-Ikhlash, surah al-Falaq dan juga surah an-Nash.
          Adapun hikmah pembukaan dengan fi’il amr ini ialah untuk memberikan perhatian, peringatan serta pedoman, agar umat manusia dapat selamat dan berbagai hidup di dunia maupun di akhirat kelak.
h.      Pembukaan dengan pertanyaan
          Seperti dalam pembukaan surah ad - Dahru, an - Naba, al-Ghasyiyah, al-Ma’un, al-Insyirah juga dalam pembukaan surah al-Fi’il.
          Adapun hikma pembukaan dengan pertanyaan ini adalah juga sebagai bentuk peringatan, perhatian dan petunjuk-petunjuk kepada manusia ke arah kebahagiaan hidup di dunia akhirat.
i.        Pembukaan dengan do’a
          Pembukaan dengan do’a ini dimaksudkan selain untuk memberi perhatian, peringatan dan petunjuk juga merupakan suatu pengharapan atau do’a agar kita tidak menjadi golongan orang-orang yang celaka. Pembukaan dengan do’a ini, diantaranya dalam pembukaan surah al-Muthaffifin, surah al-Humazah dan surah al-Lahab.
j.        Pembukaan dengan alasan
          Seperti yang digunakan untuk membuka surah al-Quraisy yang berbunyi:
لإيلف قريس
“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy”.
          Kesemua dari pembukaan-pembukaan surah Al-Qur'an tersebut dimaksudkan untuk memberi petunjuk pada kita agar kita selalu ingat kepada Allah SWT, dan kita selalu mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

B.     Khawatimus Suwar
1.       Pengertian Khawatimus Suwar
             Khawatim merupakan jamak dari khatimah, yang berarti penutup atau akhiran. Secara bahasa khawatimus suwar berarti beberapa penutupan dan surah-surah Al-Qur'an. Sedangkan menurut istilah, yaitu beberapa ungkapan yang menjadi penutupan dari surah-surah Al-Qur'an yang mengandung arti mengisyaratkan berakhirnya pembicaraan sehingga merangsang untuk mengetahui hal-hal yang akan dibicarakan sesudahnya. Oleh karena itu, sebenarnya penutupan-penutupan surah ini juga indah dan menarik sekali.
             Ilmu khawatimus suwar ini biasanya hanya digabungkan dengan ilmu fawatihis suwar saja, dan tidak dibahas secara tuntas, melainkan hanya asal disebut adanya saja.
2.       Macam-macam Khawatimus Suwar
             Menurut hasil penelitian dari az-Zarkasyi dalam kitabnya alBurhan fi ‘ulumil qur’an ada 18 macam khawatimus suwar, diantaranya:
a.       Penutupan dengan do’a
Diantaranya dalam penutupan surah al-Baqarah, al-Mukminun, Nuh, dan al-Falaq.
b.      Penutupan dengan wasiat
Dalam surah ar-Rum. Adalah –Dukhan, ash-Shaffu, al-Fajr, adalah –Dhuha, dan surah al-Ashr.
c.       Penutupan dengan perintah atau masalah taqwa
Dalam penutupan surah ali Imran, an-Nahl dan surah al-Qamar.
d.      Penutupan dengan keterangan soal faraidh (warisan)
Hanya dalam penutupan surah an-Nisa ayat 176.
e.       Penutupan dengan ta’dhim kepada Allah SWT (mengagungkan Allah)
Ada 18 surah yang ditutup dengan ta’dhim diantaranya: surah al-Maidah, al-Anfal, al-Anbiya’ an-Nur, al-Luqman, Fathir, Fushilat, al-Hujarat, al-Hadid, al-Hasyr, al-Jumu’ah, al-Munafiqun, at-Thaghabun, ath-Thalaq, al-Jin, al-Muddatstsir, al-Qiyamah dan surah at-Tin.
f.       Penutupan dengan janji dan ancaman
Diantaranya  diakhir surat al-An’am, al-Furqan, al-Ankabut, al-Ahzab, al-Mukmin, al-Ahqaaf, Muhaimad, al-Fath, adz-Dzariyat, al-Mujadilah, al-Muzzammil, al-Insan, al-Muthafifin, al-Insyiqaq, ath-Tariq, al-Ghasyiyah, al-Balatl, asy-Syams, al-Bayyinah, az-Zalzalah, al-‘Adiyat, al-HUmazah, al-Ma’un dan surah al-Lahab.
g.      Penutupan dengan anjuran ibadah dan tasbih
Seperti dalam penutupan surah al-A’raf, Hud, al-HIjr, ath-Thur, an-Najim, dan surah al-‘Alaq.
h.      Penutupan dengan hiburan bagi Nabi SAW
Terdapat dalam penutupan surah Yunus, az-Zakhruf, al-Kautsar, dan surah al-Kafirun.
i.        Penutupan dengan sifat-sifat Al-Qur'an
Yang berisikan tentang sifat-sifat Al-Qur'an itu sebagai pengantar, petunjuk juga penjelas dari segala sesuatu masalah. Hal ini terdapat dalam penutupan surah Yusuf, Shaad, al-Qalam dan surah al-Burus.
j.        Penutup dengan bantahan
Bantahan ini ditujukan kepada orang-orang yang telah mendustakan Allah SWT dan Rasul-Nya, dan hanya terdapat dalam penutupan surah ar-Ra’du dengan lafadh:
ويقول الذين كثروا لست موسلا قل كفى بالله شهيرا بينى وبينكم ومن عنده علم اكتب
k.      Penutupan dengan ketauhidan
Seperti dalam penutupan surah at-Taubah, Ibrahim, al-Kahfi, al-Qashshash, al-Lail, al-Ikhlash dan surah al-Insyirah.
l.        Penutupan dengan tahmid atau pujian
Terdapat dalam penutupan surah al-Isra, al-Naml, Yasin, ash-Shaffat, az-Zumar, al-Jatsyigah, ar-Rahman, al-Waqi’ah, al-Haaggah, dan surah an-Nashr.
m.    Penutupan dengan kisah
Seperti yang terdapat dalam surah Maryam, at-Tahrim, ‘Abasa dan al-Fill.
n.      Penutupan dengan kisah
Anjuran berjidah fi sabillilah ini, hanya digunakan dalam penutupan surah al-Hajju yang berlafadh:
ودهدوا فى الله حق جهاده هوا جتبكم وماجعل عليكم فى الدين من حرج.
o.      Penutupan dengan perincian maksud
Penutupan dengan perincian ini dimaksudkan untuk menjelaskan tentang ayat yang ada sebelumnya. Adapun surah yang ditutup dengan perincian maksud ini diantaranya surah al-Fatihah, asy-Syura, at-Takqii, al-Qadar, al-Qari’an, al-Quraisy dan surah an-Naas.
p.      Penutupan dengan pertanyaan
Hanya terdapat dalam surah al-Mulk dan al-Mursalat
q.      Penutupan dengan keterangan hari kiamat
Diantara surah yang ditutup dengan keterangan mengenai terjadinya hari kiamat, yaitu surah al-Ma’arij, an-Naba’, an-Nazi’at dan al-Infithar.
r.        Penutupan dengan peringatan
Seperti dalam penutupan surah Thaha, asy-Syuara, as-Sajdah, Saba’, Qaaf, al-Mumtahanah dan surah at-Takatsur.

Related posts

0 komentar:

ABOUT THIS BLOG

Media untuk berbagi dan memasyarakatkan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa, SELAMAT MEMBACA.

© 2013 DUNIA LAIN. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.