PANTUN JENAKA

2 komentar:
10 Mei 2015



Pantun sejatinya adalah sejenis puisi lama yang dikenal luas dalam budaya melayu, terutama bangsa Indonesia dan malaysia. Pantun Jenaka lama biasanya memiliki 4 baris, terdiri dari 2 bagian, 2 baris pertama adalah sampiran, dan 2 baris terakhir adalah isi. Sampiran biasanya bercerita tentang alam dan 2 baris terakhir berisikan tujuan atau pesan yang coba disampaikan.
Pantun, baik itu Pantun Jenaka ataupun Pantun Cinta dan sebagainya, biasanya menggunakan pola a-b-a-b dan a-a-a-a, dengan pola ini, maka akan memiliki irama dan sajak, sehingga membuat pantun menjadi sajak pendek yang indah. Namun sejatinya tidak ada aturan baku tentang pantun ini, yang jelas, era modern telah membawa beberapa perubahan yang cukup menarik, seperti pantun jenaka yang hanya terdiri dari 2 baris.
Berikut ini adalah beberapa contoh Pantun Jenaka yang bisa anda baca dan pakai, baik untuk bersosialisasi dengan teman, sebagai status di jejaring sosial, atau sekedar menambah wawasan anda tentang budaya sastra nusantara.

Pantun Jenaka

buah pisang buah tomat
disimpan didalam lumbung padi
pantas tercium bau menyengat
rupanya kau belum mandi

Api membakar ujung cerutu
membawa asap bersesak-sesak
Alangkah geli rasa hatiku
Melihat nenek bergincu dan bedak

Gemuruh tabuh bukan kepalang
Diasah lembing berkilat-kilat
Gementar tubuh harimau belang
Nampak kambing pandai bersilat

Buah mengkudu
dibungkus pelastik
semua juga tahu
kalau aku cantik

burung perkutut
burung kutilang
kamu kentut
nggak bilang bilang

Limau purut masak di dahan
walau manis tak boleh dimakan
Biar penampilan seperti preman
Yang penting hati beriman

Buah mangga rasanya manis
dibungkus rapat didalam peti
Sayang walau wajah nya artis
tapi gayanya macam hellokitty
Memasak ikan di dalam peti
paling enak di campur terasi
gayanya aja kayak selebriti
tapi dompetnya kagak berisi

Ayam bangkok dibawa atun
Tiap pagi dimandiin
Kalau iseng nyok kite bepantun
Ampe pagi ane jabanin

Malam hari memasak gurita
dicampur cabe dan buah berminyak
Memang kamu cantik jelita
Sayang ketawanya kayak kuntilanak

makan belimbing dicampur terasi
bikin kelepon ditambah santan
wajahnya kayak artis televisi
tapi kelakuan seperti setan

Paling enak burung gelatik
Di atas awan terbang melayang
Memang banyak wanita cantik
Cuma adik yang abang sayang

siang hari langit berawan
paling enak ke senayan
Adek manis senyum menawan
boleh dong abang kenalan

Naik delman ke malaya
jangan lupa bawa pengukur
siapa yang tidak tertawa
lihat sibotak ingin dicukur

Segitu dulu aja mas, bro, mbak, tante, om, pembahasan singkat tentang arti pantun dan beberapa kumpulan pantun jenaka.

Related posts

2 komentar:

el-mutiara mengatakan...

Bagus pantunnya. Saya juga sedang belajar membuat pantun. Dan mengkoleksinya di blog. Salam kenal.

ARIS mengatakan...

semoga bisa bermanfaat...trimakasih. salam.

ABOUT THIS BLOG

Media untuk berbagi dan memasyarakatkan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa, SELAMAT MEMBACA.

© 2013 DUNIA LAIN. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.