penjelasan tentang revolusi bumi

Posted in
Tidak ada komentar:
10 Januari 2014

Penjelasan Tentang Rvolusi Bumi

1. Mata pelajaran : ilmu pengetahuan alam

2. Standar kompetensi : memahami gejala alam melalui pengamatan

3. Kompetensi dasar :

     2.1 : mengidentifikasi objek secara terencan dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam abiotik

4. Indikator :
  • Menjelaskan tentang revolusi bumi dan menjelaskan tentang aktivitas bulan
5. tujuan pembelajaran :
  • siswa dapat menyebutkan pengertian revolusi bumi
  • siswa dapat membedakan antara ekliptika dengan inklipnasi
  • siswa dapat menyebutkan periode revolusi bumi
  • siswa dapat menunjukkan arah revolusi bumi
  • siswa dapat mengidentivikasi gerak semu tahunan
  • siswa dapat menyebutkan pengertian bulan
  • siswa dapat menjelaskan aspek bulan yang mudah dilihat
  • siswa dapat menyebutkan penyebab utama peristiwa pasang dan surut air laut
  • siswa dapat menyebutkan faktor yang menyebabkan terjadinya gerhana bulan
  • siswa dapat menyebutkan proses terjadinya gerhana bulan total
  • siswa dapat menjelaskan gerhana total yang lama terjadi
  • siswa dapat menyebutkan gerhana matahari yang dialami paling lama
  • uraian materi

A. Revolusi Bumi

1. Pengertian

Bumi seperti halnya planet-planet lain dalam tata surya beredar mengelilingi matahari. Kejadian inilah yang disebut revolusi bumi. Bidang orbit bumi mengelilingi matahari disebut ekliptika. Jika kita meletakkan kelereng di tengah-tengah meja (ibarat matahari), lalu digelindingkan sebuah kelereng lain (ibarat bumi) mengelilingi kelereng pertama, maka permukaan meja dapat digambarkan sebagai ekliptika. Orbit planet lain tidak sebidang dengan ekliptika. Sudut antara bidang ekliptika dan bidang orbit planet lain dinamakan inklinasi.

Periode revolusi bumi 365 hari 6 jan 9 menit 10 detik, sehingga kecepatan bumi mengelilingi matahari sebesar 30 km/detik. Inilah yang dinamakan satu tahun siderik. Siderik berasal dari kata sidus yang berarti bintang. Dinamakan 1 tahun siderik karna periode ini dihitung jika bumi dalam perjalanan revolusinya mengelilingi matahari itu barawal dari sebuah titik yang lurus dengan sebuah bintang dan barakhir di titik itu lagi. Arah revolusi bumi itu negatif, artinya jika kita berada di ruang angkasa di kutub utara bumi, kita akan melihat bumi beredar mengelilingi matahari. Arah peredarannya berlawanan dengan arah pergerakan jarum jam yang kita gunakan.

2. Pengaruh revulusi bumi


1. Gerak semu tahunan matahari

Gerak balik utara (GBU) ialah garis lintang 23,5o utara dan garis balik selatan (GSB) ialah garis 23,5o lintang selatan. Matahari tidak sepanjang tahun beradar di khatulistiwa, melainkan mengalami pergeseran ke utara dan ke selatan. Pergeserannya paling jauh sampai ke garis 23,5 o LU dan 23,5o LS. Pada tanggal 21 maret matahari beredar di khatulistiwa, lalu berangsur-angsur bergeser ke arah utara. Selama 3 bulan, pada tanggal 21 juni matahari beredar di garis 23,5o LU, lalu balik lagi bergeser ke arah khatulistiwa. Dari khatulistiwa pada tanggal 23 september, matahari bergeser ke selatan dan balik lagi garis 23,5o LS pada tanggal 22 desember, demikian seterusnya. Itulah sebabnya garis lintang disebut garis balik.

2. Perbedaan panjang siang dan malam

Akibat kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika itu, panjang siang hari tidak terlalu sama dengan panjang malam hari.

3. Pergantian musim

Pada tanggal 21 maret sampai 23 September semua tempat di bumi bagian utara dan selatan mengalami masa dimana siang dan malam sama panjang. Di belahan utara bumi terjadi musim semi, bunga-bunga bermekaran. Sebaliknya di sebelah selatan bumi terjadi musim gugur. Pada tanggal 21 juni sampai 23 septemberkutub utara bumi menghadap ke arah matahari. Pada saat itu bumi berada di titik terjauh dari matahari (aphelion) sehingga pemanasan yang diterima bumi sedikit. Kutub utara akan disinari terus-menerus selama 24 jam sehingga pada kutub utara mengalami siang hari terus-menerus. Akibatnya belahan bumi utara akan mengalami musim panas yang luar biasa. 

Di kutub selatan terjadi sebaliknya, karna kutub selatan membelakangi matahari akibatnya matahari tidak terlihat selama 24 jamper hari. Dengan demikian, bumi selatan mengalami musim dingin yang luar biasa. Pada tanggal 23 september sampai 22 desember daerah di kutub selatan mulai ada siang dan daerah di kutub utara mulai ada malam. Sehingga setiap tempat mengalami 12 jam siang dan 12 jam malam. Di sebelah utara akan mengalami musim gugur dan dibelahan bumi selatan akan mengalami musim semi. Pada tanggal 22 desember sampai 22 maret kutub selatan menghadap matahari. Pada saat ini bumu berada pada titik terdekat dari matahari (perihelion) sehingga pemanasan yang di terima bumi maksimum. Kutub selatan akan disinari terus sampai 24 jam sehingga kutub selatan akan mengalami siang terus-menerus sepanjang hari. Belahan bumi selatan akan mengalami musim panas yang luar biasa. di kutub utara terjadi sebaliknya.

B. Aktivitas bulan

Bulan adalah benda langit yang paling dekat dengan bumi. Jarak rata-rata bulan dari bumi hanya 384.403 km. Oleh karna letaknya dekat dengan bumi, maka bulan tampak hampir sama besar dengan matahari. Padahal massa bulan hanya 1/81 kali massa bumi dan diameter bulan hanya ¼ kali diameter bulan. Selain berevolusi, bulan juga berotasi, berputar di porosnya dengan kecepatan tertentu. Waktu yang dibutuhkan bulan untuk berotasi sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk berevolusi.


Bentuk bulan terlihat selalu berubah. Hal ini disebabkan dari bagian bulan yang dekat dengan cahaya matahari berubah secara teratur, sekali waktu tamapak seperti sabit kecil, keesokan harinya tampak makin besar dan tebal, sampai beberapa malam berikutnya menjadi bulan purnama. Perubahan bentuk kenampakan bulan ini disebut fase bulan. Perubahan bentuk semu bulan ini berlangsung dalam periode satu bulan sinodik atau 29,5 hari. Fase bulan itu sejalan dengan aspek bulan, yaitu kedudukan bulan terhadap matahari dilihat dari bumi. Aspek bulan yang mudah di lihat yaitu sebagai berikut:

1. Konjungsi, yaitu kedudukan bulan searah dengan matahari.
Pada saat itu bagian bulan yang menghadap ke bumi ialah bagian yang sedang malam (gelap), sehingga kita tidak akan melihat bulan bercahaya, apalagi kedudukan bulat bersama-sama dengan matahari, sehingga langit terlalu terang
2. Oposisi, yaitu kedudukan bulan berlawanan arah dengan matahari jika dilihat dari bumi. Pada saat itulah bumi tampak sebagai bulan purnama.

3. Kuarter, yaitu pada saat bulan menempati kedudukan tegak lurus terhadap garis penghubung bumi dengan matahari. Pada aspek kuarter bulan memperlihatkan fase perbani. Waktu itu hanya setengah bulan yang terang. Terjadi dua kali kuarter bulan dalam sebulan, yang pertama ketika bulan bertambah
besar dinamakankuarter pertama. Kuarter kedua ketika bulan bertambah kecil, 6 hari setelah purnama disebut kuarter akhir. Beda antara kuarter pertama dan kuarter akhir ialah tempat bagian yang terang. Pada kuarter pertama, bagian bulan yang terang ada disebelah barat dan kuarter yang terakhir sebaliknya.

Dengan demikian, dalam satu bulan sinodik berlangsung pergantian fase bulan sebagai berikut:
Bulan baru->sabit->perbani awal->benjol->purnama->benjol->perbana akhir->sabit->bulan baru

1) Pasang surut air laut

Penyebab utama peristiwa pasang dan surut adalah gaya tarik bulan terhadap bumi. Walaupun gaya tarik matahari juga mempengaruhi, tetapi karna jarak bumi dengan matahari sangat jauh (150 juta km)maka pengaruh gaya tarik matahari lebih kecil (5/11 kali pengaruh gaya tarik bulan). Sewaktu terjadi gaya tarik
oleh bulan, air lebih mudah ditarik daripada daratan.


2) Gerhana bulan
Faktor yang menyababkan gerhana bulan antara lain adalah lintasan bulan. Pada waktu bulan berposisi dan bulan terletak pada simbul, umbra bumi akan menghubungkan ke bulan (masuk ke dalam umbra bumi). Pada saat itu terjadi gerhana bulan total. Jika yang masuk dalam umbra dalam umbra itu hanya sebagian bulan purnama dinamakan gerhana sebagian.

3) Gerhana matahari
Gerhana total yang paling lama terjadi padu tahun 1955 selama 7,2 menit. Gerhana ini melalui daerah sri langka, thailand dan filipina. Sedangkan gerhana yang melalui wilayah indonesia pada tanggal 11 juni 1983 gerhana totalnya hanya 5 menit 11 detik. Daerah yang agak lurus dikelilingi gerhana total yang dijatuhi penumbra bulan. Daerah ini hanya mengalami gerhana matahari persial. Orang-orang di daerah ini melihat sebagian matahari terhalang bulan. Selain kedua macam gerhana matahari tersebut, terdapat macam lain yaitu gerhana matahari cincin. Lintasan bumi maupun lintasan bulan berbentuk elips. Oleh karna itu, ada kemungkinan pada saat terjadi gerhana, letak bumi dan bulan sedemikian rupa, sehingga kerucut bayang-bayang inti bulan lebih pendek daripada jarak bumi ke bulan. Daerah berbentuk lingkaran di sekeliling daerah gerhana matahari cincin juga mengalami gerhana matahari persial. Daerah gerhana matahari persial bergaris tengah sekitar 10.000 km. Daerah gerhana matahari persial di sekitar gerhana matahari cincin ternyata lebih luas daripada daerah gerhana matahari total.

Related posts

0 komentar:

ABOUT THIS BLOG

Media untuk berbagi dan memasyarakatkan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa, SELAMAT MEMBACA.

© 2013 DUNIA LAIN. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.