Syukur Nikmat

07 Februari 2016

Banyak hal yang dapat kita jadikan alas an untuk terus berterimakasih pada Allah SWT. Bersyukur adalah suatu kewajiban. Ia beserta sabar menempati kedudukan yang penting dalam ajaran Islam. Jika sabar dalam iman ibarat kepala pada tubuh. Maka hal yang serupa juga berlaku pada syukur. Kalau manusia tidak pandai bersyukur, yang terjadi adalah kegelisahan, selalu tidak puas dengan yang terjadi. Sehingga akibatnya ia menjadi kalut dan tidak bisa berfikir jernih. Hampir serupa dengan kesabaran. Jangan heran jika orang tidak pandai syukur pikirannya kacau, tidak bisa menganalis masalah dengan tepat. Nah, yang terakhir ini mungkin tepat dilihat dari sebab di atas. Dan yang lebih parah lagi ia akan mudah menyalahkan Tuhan. Jadi sangat penting yang namanya bersyukur itu.
hadiluwih, pacitan, jatim

Menghisab diri itu penting, sebelum kita dihisab yang sebenarnya. Hasibu anfusakum qobla an tuhasabu. Di dalam kitab Al Qur’an al Karim, Allah juga mengingatkan manusia untuk angen2 sudah seberapa banyak amal2 kebaikan yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi hari kiamat nanti. Oh, saya sudah banyak berbuat baik, barang kali ada yang bilang begitu. Di sana saya telah membangun masjid yang sekarang dipakai jamaah ribuan orang, atau saya sudah membantu yatim piatu dengan separuh kekayaan saya. Sungguh luar biasa jika demikian. Sahabat Umar bin Khatab pernah suatu ketika menangis karena angen2 ini. Beliau pernah suatu waktu menangis sambil mengatakan andai aku jadi rumput, betapa bahagianya aku (atau yang semakna dengan itu). Karena dengan tidak diciptakan oleh Allah menjadi manusia dan jin berarti di akhirat nanti tidak akan dimintai pertanggung jawaban amal. Ia akan terbebas dari hukuman neraka. Pribadi yang agung ini yang sudah jelas2 dijamin surga, termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga, khulafa’urrasyidin masih merasakan takutnya pada Allah SWT jika Allah tidak meridlai amal2nya. Karena bisa jadi menurut kita amal yang kita lakukan telah sangat banyak dan cukup untuk membeli surga, tapi kita melakukannya hanya agar disanjung manusia, mendapat kedudukan di masyarakat. Jika itu yang terjadi, musibah.




Related posts

ABOUT THIS BLOG

Media untuk berbagi dan memasyarakatkan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa, SELAMAT MEMBACA.

© 2013 DUNIA LAIN. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.