Sepatu atau Sandal, Itu Pilihan!

Assalammualaykum para sahabat muslim yang dirahmati Allah. Senang sekali bisa diundang langsung oleh sahabat saya Husada Tsalitsa Mardiansyah (pemilik blog ini) untuk menyumbangkan setetes air yang tersimpan dalam bejana sederhana benak ini. Semoga setetes air tersebut  dapat menjadi hidangan lezat bagi sahabat-sahabat sekalian selama shahur maupun berbuka puasa di bulan yang penuh berkah ini dan dapat berkesan – tertanam dalam hati dan pikiran serta teraplikasikan dalam perbuatan hingga bulan-bulan mendatang. Aamiin Yaa Rabbal aalamin.

Ini adalah tulisan pertama saya di blog ini, blog yang  InsyaAllah akan menjadi bermanfaat bagi kita semua. 

###

Teruntuk sahabat-sahabat muslimku, terutama yang sedang dirundung pilu untuk menggapai sesuatu.. sebut saja mimpi-mimpimu.

Menjadi gagal memang menyesakkan. Terlebih jika kegagalan itu datang bersama-sama tanpa ada jeda sedikit saja. Itulah sebagian kecil takdir yang memang Allah sudah tentukan dari awal kau berjalan. Namun terkadang kegagalan adalah sebuah pilihan. Pilihan yang kau pilih, dan Allah kabulkan.

Gila saja, mana ada orang yang menjadikan gagal sebagai pilihan?  Ya, ku tahu bahwa tak seorang pun yang secara sadar menginginkan – memilih kegagalan, termasuk kamu. Tapi tanpa kau sadari sikapmulah yang memilih kegagalan-kegagalan itu. Terkadang kita terlalu naif, menyalahkan keadaan, lingkungan, bahkan Allah atas kegagalan yang kita alami. Merasa ; sudah berjuang keras, tapi gagal – sudah mengerahkan segalanya, tapi masih saja... gagal. Tanpa menyadari apakah sudah diiringi dengan doa yang sama kerasnya dengan usaha dan strategi-strategi jitu tuk menggapai keberhasilan yang kau mau. Jitu ya.. bukan jimat.

Banyak sekali orang yang masih tidak bisa mengarahkan egonya – membuka wawasannya untuk menemukan peluang-peluang keberhasilannya. Tak sedikit pula yang terlalu saklek dengan kemauannya. Padahal tak sesuai kemampuan. Padahal tak berpeluang. Tapi tetap saja dipaksakan. Dan bisa jadi salah satu dari orang-orang itu adalah kamu. Kamu yang tak pandai memanfaatkan apa yang Tuhan berikan – waktu.. kemampuan.. dan kesempatan-kesempatan lainnya yang belum pernah kau pikirkan.

But well,  I am here not want to abuse – to blame you. Yes you, kamu. Kamu yang sudah terlanjur gagal dan tak tahu sekarang mau pakai sepatu apa tetap pakai sandal – mau segera bangun, lanjutkan perjalanan, dan capai keberhasilan atau mau tetap disini, bersedih hati, dan selamanya gagal. 

Kalau aku jadi kamu yang barusan gagal nih yaa.. aku sih ga mau ya disini terus.. lama-kelamaan jadinya sendirian dan ketinggalan kawan-kawan yang bisa-bisa sudah jadi direktur utama perusahaan. Sedangkan aku? Masih saja perosotan meratapi penderitaan. Enggak banget dong.

Jadi? YA BANGKIT! 


Bangkit untuk mencari jalan yang lain, menemukan keberhasilan lain yang mungkin bukan perkiraanmu tetapi bisa jadi jalan hidupmu. Karena ingatlah, terkadang apa yang baik menurut kita, tidak baik menurut Allah. Allah punya 3 jawaban ketika kamu mengusahakan suatu impian :
  • Ya, Dia berikan maumu
  • Tidak, Dia berikan yang lebih baik
  • Tunggu, Dia berikan yang terbaik

Dan jawaban-jawaban itu tidak akan melulu datang tanpa kekuatan usaha dan doamu. Kekuatan yang berupa : ketidakputusasaan –atas cobaan-cobaan yang Allah berikan– meskipun telah berkali-kali jatuh bahkan tertimpa tangga pula.

Sungguh aku tak sebercanda itu membicarakan masalah ini kepada kalian, karena aku pun sudah cukup sering jatuh sekalian tertimpa tangga dan genting-genting yang tak pernah ku harapkan, hingga membuatku berdarah dan meninggalkan luka yang baru  bisa sembuh setelah bertahun-tahun lamanya. Sama. Tentang impian pula, impian yang telah 7 tahun bersamaku dalam angan namun kemudian kandas hanya dalam waktu sehari semalam. Maka itu aku berani berbicara. Untuk itu aku berteriak keras, kepada kalian.. dengan maksud membangunkan bunga-bunga yang sedang layu tapi masih bisa berdiri tegak – segar bila disiram pelan-pelan.

Sadarilah sahabat-sahabatku..
Bahwa jika Allah - Tuhanmu, Tuhanku, Tuhan kita.. memberikan kita kegagalan, Dia tentu memiliki rencana-rencana lain yang menurut-Nya sangat jauh lebih baik daripada sekedar harapan-harapan yang kita angan.

Bahwa jika Ia tidak mengabulkan mimpi dan harapan kita, tidak berarti Ia ingin menghancurkan kita, memusnahkan kita karena Ia tidak mencintai kita..

Tetapi sesungguhnya, hanya Allah satu-satunya Dzat yang Maha Mengetahui jalan-jalan mana saja yang sangat baik untuk kita jajaki.

Karena sekali lagi, apa yang kita pikir baik untuk kita, belum tentu baik menurut Allah Dzat yang Maha atas segala urusan di langit dan di bumi.

In the end..
Bangunlah kawan
Berusahalah lebih keras
Dekati Tuhanmu
Imani Dia dengan lebih baik lagi
Kuatkan sikap-sikap positif
Lemahkan segalanya yang negatif
InsyaAllah Allah memberikan belas kasihNya kepadamu sekalian
Terlebih di bulan yang penuh dengan rahmat dan kemurahan-Nya yaitu ramadhan
(@Pamela Sandhya)

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post