ARTI SAHABAT

Tidak ada komentar:
03 Maret 2015



Disebuah sekolah, ada 5 sekawan yang bernama Zafa, Shireen, Fatin, Fatan, dan Albi. Mereka berlima adalah sahabat yang sudah menjalin pertemanan sejak di bangku sekolar dasar.
Mereka menghabiskan liburan dengan gembira bersama keluarga. Hingga suatu hari setelah mereka pulang dari liburan.

(Ketika liburan semester telah berakhir).
Shireen         : Hay semua, gimana liburan kali ini? Asyik Nggak? (Dengan penuh semangat).
Fatin             : Tentu donk, aku ke puncak segar banget udaranya, nggak kayak disini.
Zafa              : Aku lho ke jogja. Meskipun udah sering, tapi tetap asik . . . hehehe.
Shireen         : Hu . . . iya-iya. Aku ke Surabaya, meskipun 7 tahun udah disana.
Fatan            : Kalian mah dipulau Jawa aja. Aku? Di bali dapat kenalan bule pula.
Fatin             : Wuih . . .
Zafa              : Eh, teman-teman sebenarnya aku heran dengan sikap Albi akhir-akhir ini.
Fatin             : Maksudmu apa fa?
Zafa              : Ya aneh aja gitu, Introver semenjak dia pulang dari Bengkulu dia berubah banget. Berubah jadi Introver dan Oportunis gitu.
Shireen         : hemb, asik banget. Lagi ngomongin apa sih?
Fatin             : ini lho zafa sewot banget. Katanya Albi Introver dan Oportunis.
Shireen         : Emang gitu ya?
Zafa              : Ya iyalah, sok Oportunis plus Diplomatis banget.
Fatan            : paan sich, kalau gak tau pokok persoalannya itu gak usah cerama deh . . .!!! (dengan nada sensi).
Fatan            : Iya-iya, maaf. Ada apa sich sebenarnya?
Fatin             : ini Zafa, dia bingung sama Albi yang sekarangjadi Introver sama kita.
Shireen         : Kamu ngerasain juga nggak tan?
Fatan            : Gimana ya, aku tuh juga ngerasahin ada yang berubah dari Albi.
Zafa              : Tuh, benerkan? Songong banget dia tuh (dengan penuh emosi).
Shireen         : Hush jangan emosi dulu donk fa! Tenang dikit deh! (sambil menenangkan emosi  zafa).
Fatin             : init uh sebenernya bukan masalah yang harus dibahas tahu. Mungkin dia Cuma black mood aja karena tugas buat ujian praktek kita yang seabrek.
Zafa              : Ya Allah, tugas drama kita gimana? (dengan nada kaget).
Fatan            : Sebentar, kan tugas itu seharusnya udah harus Albi kumpulin ke kamu ren? Gimana naskahnya?
Shireen         : Lha itu masalahnya. Albi belum ngumpulin ke aku.
Fatin             : Ya ampun, nanti kala Bu Hayun marah gimana? Cari masalah aja sih Albi itu.
Zafa              : Tuh anak selalu buat gara-gara aja sih. Yaudah besok pagi kita tanyain dia. Sekarang aku mau pulang. Aku ada janji sama Hasyim untuk kerja kelompok . . . hehehe.

Secara bersama mereka bertiga menjawab
Fatin,Zafa,Fatan           : OK. Hati-hati dijalan ya! (sambil pulang kearah rumah masing- masing)

            Keesokan harinnya saat tiba di kelas. Sambil menunggu kedatangan Albi di kelas. Untuk menanyakan naskah ujian praktek. (bel masuk telah berbunyi semua anak masuk kedalam kelas masing-masing dan melaksanakan pembiasan).

(Setelah pembiasaan selesai).
Zafa              : Albi, sini kamu! (setengah membentak).
Albi              : Sebentar, ada apa sih pagi-pagiudah main bentak aja.
Zafa              : Naskah dramanya mana?
Albi              : Naskah drama? Ya Allah, belumaku buat fa. Terus gimana nih?
Shireen         : Ya ampun, bi.kamu sibuk ngapain aja sih? Cumin ngetik naskah aja nggak becus (penuh emosi).
Albi              : Maafin aku ya! Aku lagi banyak pikiran. Jadi aku nggak fokus ngapa-ngapain. Sekali lagi aku minta maaf ya!.
Zafa              : Tapi kamu nggak kalau itu tugas nggak jadi 2 hari harus dikumpulin. Mudah banget kamu bilang maaf dan belum jadi (sambil membentak Albi yang sedang banyak pikiran).
Fatin             : Albi, kita selama ini sudah sabar ya ngadepin perubahan kamu semenjak pulang dari Bengkulu.
Albi              : Kalian gak usah ngungkit-ngungkit Bengkulu. Aku muak (dengan penuh emosi dan menggebrak meja lalu pergi).
Shireen         : Tuh anak kesambet apa sih? (bersama kedatangan Fatan).
Fatan            : Hay Ladies, kenapa pagi-pagi gini muka udah ditekuk?
Zafa              : Albi udha gila! Masak katanya naskah dramanya belum jadi. Alesannya banyak pikiranlah, mesti itu asalannya. Gak mutu banget (emosi semakin meningkat).
Fatan            : Ha? Masak Albi kayak gitu? Itu mah bukan Albi. Ya nanti aku Tanya dia, kenapa dia bisa berubah 180 derajat gak kayak dulu.
Shireen         : Terserah kamu aja tan.

            Bel istirahat telah berbunyi semua anak pergi ke kopsis dan kantin. Sedangkan Fatan menghampiri Albi yang sedang melamun di kantin sekolah.

Fata              : Hay Albi? Mau coklat? (sambil mengasih coklat kepada albi).
Albi              : Oh Fatan aku kira siapa, makasih ya tan. Tan aku boleh curhat nggak?
Fatan            : Tentu donk, kenapa enggak?
Albi              : Ayah dan ibuku mau bercerai. Dan ayahku menolak ibuku didepan mataku sendiri. Aku benci mereka. (sambil mengusap air mata dipipinya).
Fatan            : Ya Tuhan, kenapa masalah sebesar ini kmau pendam sendiri, bi?
Albi              : Aku gak mau kalau kamu, Shireen, Fatin, dan Zafa ikut mikir masalahku tan. Aku nggak mau kalau kalian semua jadi pecah konsentrasi karena aku.
Fatan            : Ya nggak gitu juga. Kan kita sahabat jadi kita semua harus selalu ada di suka maupun duka.
Albi              : aku tahu itu. Terimakasih ya Fatan, aku pengen broken home.
Fatan            : He . . . jangan. Kan kamu kuat bi. Aku yakin orang tuamu bakal rujuk kok. Aku yakin itu. (meyakinkan Albi agar tetap semangat dan kuat).
Albi              : Amin, semoga.

            Bel pulang telah berbunyi menandakan waktu pulang. Mereka pulang kerumah masing-masing.
            Kesokan harinya berada didalam kelas Zafa sedang menunggu Albi. Dia ingin menagih naskah drama yang Albi ketik.

Zafa              : Albi, giamana?
Albi              : Oh, ini naskahnya. Maaf ya aku selalu ngecewain kalian berempat.
Zafa              : Kamu sebenernya nggak ngecewain kok, bi. Hanya saja kamu berubah akhir-akhir ini. Sebenernya ada apa denganmu, bi?
Albi              : Ah, aku Cuma black mood aja kok. Udah ahh ganti topic aja yuk! (besama kedatangan Shireen dan Fatin).

Secara bersama mereka berdua bertanya
Shireen dan Fatin        : Hay Albi? Gimana kabarnya hari ini?

Albi              : Hemb baik kok.
Shireen         : Sebenarnya ada apa sih kamu kok berubah akhir-akhir ini?
Albi              : Cukup ya, aku nggak suka kalau kalian semua ungkit-ungkit masalahku.
Fatin             : Albi, kita itu sahabat. Jadi kita bakal bantu kok semua masalahkamu. Kamu tinggal cerita saja padakami semua. (bersama dengan kedatangan Fatan).
Fatan            : Ada apa ini? Kok serius banget?
Shireen         : Nggak ada apa-apa kok tan.

Albi              : Oke . . .oke . . . aku bakal cerita semuanya ayah dan ibuku mau bercerai dan ayahku menolak ibuku didepan mataku. Aku benci mereka.
Zafa              : Ya Tuhan, Albi yang tabah ya! Aku yakin mereka tidak akan bercerai kok. Kalaupun harus pasti itu memang sudah difikirkan matang-matang.
Shireen         : Aku setuju dengan Zafa. Mungkin mereka hanya . . .
Albi              : Tapi aku bukan kalian yang bisa kuat. Aku lemah.
Fatin             : Albi coba kamu nenangin diri dulu deh. Aku yakin kamu pasti bisa.
Albi              : Baiklah. Terimakasih semuanya.
Fatin             : Iya, sama-sama.
Zafa              : Aku Yakin mereka bakal rujuk kok, bi.
Shireen         : Aku juga setuju sama Zafa.
Albi              : Amin . . . !

            3 bulan kemudian setelah hasil kelulusan telah diumumkan dan perpisahan telah berakhir. Mereka bertemu lagi di bangku SMA.

Albi              : Teman-teman makasih atas do’anya ya! Berkat do’a kalian akhirnya orang tuaku rujuk kembali.
Fatan            : Oh ya? Alhamdullilah.
Shireen         : Tuh benerkan?
Albi              : Hehehe . . . Terimakasih banyak ya!
Zafa              : Kita berlimakan sahabat, jadi apapun yang terjadi pasti kita do’ain yang terbaik buat kamu. Albi.
Albi              : Iya, makasih semuanya.

            Akhirnya keluarga Albi kembali utuh dengan hidup bahagia. Dan 5 sekawan tersebut bersahabat sampai akhir hayat. Tamat.


--- The End ---

Related posts

0 komentar:

ABOUT THIS BLOG

Media untuk berbagi dan memasyarakatkan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa, SELAMAT MEMBACA.

© 2013 DUNIA LAIN. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.