kisah nabi adam

Posted in
Tidak ada komentar:
05 Agustus 2013

kisah nabi adam
Sesungguhnya manusia yang pertama kali dijadikan oleh Allah swt. adalah “Adam AS”. Beliau dijadikan dari tanah yang dibentuk berupa manusia, lalu ditiupkan roh kepadanya lantas jadilah berupa manusia (berupa, darah, daging, ruh) berupa Nabi Adam As. Sebelum adam wujud : Sebelum Allah swt mewujudkan Nabi Adam As (manusia pertama) Allah swt. sudah menjadikan dua mahluk yang berakal berupa : 1. Mahluk yang berupa malaikat. 2. Mahluk yang berupa Banul-jan/iblis. Adapun asal mula kejadian kedua mahluk tadi adalah : 1. Malaikat dijadikan oleh nur (cahaya) yang suci yang berupa ruh dan akal tidak ada syahwatnya. Karena itu malaikat tidak makan, minum, dan juga tidak beristri (lain dengan manusia) hidupnya Malaikat semata-mata hanya melaksanakan perintah Allah swt. lainya tidak dilaksanakan. 2. Banul-jan dijadikan dari api. Berbentuk sebagai manusia membutuhkan makan, minum, dan beristri dan juga mempunyai keturunan yang banyak sekali.
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,(S. Al Hijr: 28) atau (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".(S. Shaad, ayat 71) sesudah diberi ruh (nyawa) kemudian hidup dengan daging, darah dan tulang. Sesudah Nabi Adam As. Wujud, maka Nabi Adam As. Semua para Malaikat sama melaksanakan sujud kecuali iblis yang menolak perintah Allah swt. Untuk bersujud pada Nabi Adam As. Karena iblis bersifat takabur sombong dan meras paling mulia dari Nabi Adam As. Sebab dijadikan dari api sedangkan Nabi Adam As dari tanah. Karena itu iblis termasuk golongan kafir , karena itu Allah swt mengusir dirinya dari surga. Adapun sujudnya para malaikat pada nabi adam as tadi bukanlah sujud ibdah sebagaimana sujudnya orang sholat , tetapi sujudnya sebagai ta’ata atau tunduk memulyakan atau menghormati para Nabi Adam As. Karena Nabi Adam As mempunyai ilmu pengetahuan dari Allah swt. hingga bisa memberi nama pada barang-barang yang ditanya pada Nabi Adam As, sedangkan Malaikat tidak bisa mengetahuinya. Allah swt berfirman dalam (Surat Shaad 71-72): 71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". 72. Maka apabila Telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". 11. Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, Kemudian kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah bertanya pada iblis apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada adam) diwaktu aku menyuruhmu ? iblis menjawab : Saya lebih baik dari adam, engkau menciptakn aku dari api sedang dia (Adam) engkau ciptakan dari tanah. 13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; Karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". Sesudah keadaan iblis dikeluarkan oleh Allah dari surga, maka iblis meminta pada Allah agar umurnya dipanjangkan saampai hingga datang hari akhir. Dan iblis mengancam Nabi Adam As dan cucunya, akan dibujuk rayu dan disesatkan, dari jalan (tuntunan) yang benar, hingga tidak ada yang (ta’at) mengikuti perintah Allah swt. dan menjauhi semua larangannya sehingga iblis dan setan bertujuan membujuk dengan bermacam-macam cara dari segala jurusan (sebelah) kanan, kiri serta arah muka dan belakang, sampai mengikuti bujuk dan rayuannya serta menjadi temannya hingga masuk bersama-sama ke dalam siksa Allah swt. ke Neraka. Karena itu Allah memberikanperjanjian pada Adam (anak cucunya) Siapa yang mengikuti tingkah lakunya syetan/iblis, maka dia menjadi temanya dan nantinya akan aku masukan, kesiksaanKu yaitu Neraka (tempat iblis dan teman-temanya). 16. Iblis menjawab: "Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, Kemudian saya mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, dan enngkau tidak akan mendapatkan mereka bersyukkur (taat) maka Allah berfirman keluarlah kamu dari surga itu. Sebagai orang terhina dan terusir, benar-benar akku akan mengisi Neraka jahanam dengan kamu semuanya.

Sesudahnya Hawa (istri nabi Adam) lahir, lantas Allah memerintahkan supaya Adam dan Hawa bertempat di Surga, apa saja yang menjadi isinyab Surga, Nabi Adam dan Hawa diperbolehkan menggunakanya segala makanan dan minuman boleh dimakan atau diminum, kecuali hanya pohon satu yang buahnya tidak diperbolehkan dimakan yaitu : pohon khuldi (pohon tetap) buahnya tidak boleh dimakan. Allah berfirman ( Surat Al Baqoroh ayat 35): 35. Dan kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Allah berfirman (Surat Thaha ayat 118-119): 118. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, 119. Dan Sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". Didalam Surga nabi Adam dan istrinya diberikan kesenangan, kegembiraan, kenikmatan oleh Allah swt. Segala sesuatu yang dikehendaki dan diinginkan bisa terlaksana, tidak kkurang buah-buahan, makanan, minuman yang lezat serta menyyegarkan. Di dalam Surga tidak panas dan tidak dingin, hawanya terasa nikamat dalam badan, kedua mata tidak merasa jemu memandang dalamsegala sesuatu pandangan yang ada didalam Surga bebas dari segala sesuatu yang menyusahkan, kecuali hanya satu pohon yang buahnya tidak diperbolehkan dimakan yaitu buah khuldi (buah pohon langgeng). Sesengguhnya nikmat Allah swt.yang diberikan Nabi Adam As dan istirnya Hawa dalam surga adalah kenikmatan yang memuaskan dan tidak terbatas, maka timbullah rasa hasud (dengki) dalam hatinya iblis, kemudian dia berusaha bagaimana bisanya segala nikmat Allah yang diberikan Allah kepada Nabi Adam beserta istirnya Hawa bisa lenyapdari dirinya, sehingga bisa menghilangkan nikmat secara total yaitu bisa mengeluarkan Nabi Adam dan Istrinya Hawa dalam surga Allah swt. maka iblis berdaya upaya supaya berjumpa dengan Adam dan Hawa dalam Surga, dengan kata-kata yang halus dan manis dengan tipu daya dan bujuk rayu secara halus, sehingga bisa mengambil hati (memikat) hatinya nabi Adam dan hawa sehingga keduanya berani makan, buah pohon yang dilarang untuk dimakan yaitu buah pohon khuldi. Tipuan syetan kepada Nabi Adam As dan Hawa begini: Firman Allah (S. A’araf 20) 20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". Allah berfirman (surat Thaha ayat 120): 120. Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi[948] dan kerajaan yang tidak akan binasa?" Diwaktu syetan membujuk rayu kepada Nabi Adam, syetan dengan mengangkat sumpah. Sebagai firman allah swt. (Surat Al A’araf ayat 21): 21. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua", Berulanng kali iblis menjumpai kepada Nabi Adam beserta ibu hawa membujuuk rayu memberikan belas kasihnya dengan memakai kata-kata yang sopan dan manis dari madu, sehingga terpikatlah hatti Nabi Adam sekalian, sehingga hati Nabi Adam As dan Hawa tidak sadar dan tidak mempunyai ingatan lagi, bahwasanya iblis adalah musuhnya dan dia menulak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam. Sebelum itu Allah sudah memberi tahu Nabi Adam As. Bahwa sesungguhnya iblis merupakan musuhnya. Karena itu janganlah sampai tertipu oleh bujuk rayunya iblis. Allah berfirman (Surat Thaha ayat 117): 117. Maka kami berkata: "Hai Adam, Sesungguhnya Ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, Maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. Tetapi dari pandainya iblis cara mengoda sehingga Nabi Adam beserta istirnya mengikuti segala yang dikehendaki iblis adalah musuhnya, sehingga berani melanggar larangan Allah swt. yaitu makan buah pohon khuldi, seketika itu kelihatanya kemaluanya dan dihilangkan semua nikmat Allah terutama Surga. Nabi Adam beserta istinya disuruh keluar dari surga dengan keadaan telanjang (tidak pakaian). Allah berfirman (Surat Thaha 121): 121. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Allah swt. memarahi pada Nabi Adam as karma dia melanggar larangan Allah swt, karma itu Nabi Adam as beserta Hawa merasa menyesal atas perbuatanya yang dilarang oleh Allah swt, yaitu makan buah pohon khuldi, karna menurut perintah iblis, Allah telah berfirman (Surat Al A’raf ayat 22): 22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya Telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" Adam merasa menyesal atsa perbuatanya yang telah terlanjur dilakukan kemudian ia betobat pada Allah dan Allah menerima thobatnya Nabi Adam dan Hawa. Firman Allah swt. (Surat Al A’raaf ayat 23): 23. Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami Telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang Telah ditentukan"(Surat Al A’raf ayat 24).

Hidup Nabi Adam As dan Hawa di Surga adalah merupakan hidup yang paling nikmat, semua barang yang dikhendaki dan diinginkan semuanya sudah tersedia, makanan, minuman, maupun pakaian, tidak pakai memikirkan lagi karna itu ibu Hawa selaku istri Nabi Adam tidak pakai repot-repot, memikirkan maupun menyediakan, segala makanan dan minuman rasanya sangat lezat dan nikmat, tidak merasa jenuh segala hidanganya, sebagaimana hidupnya anak kecil, segala sesuatu yang diingini atau dibutuhkan semua sudah terjadi tersedia semua. Sesudah Nabi Adam dan Hawadikeluarkan dari Surga dan diturunkan ke bumi dan menempati bumi kemudian berubah, mengalami tanggung jawab, kalau membutuhkan makanan harus menanamnya dulu dan kalau mau minum harus mencari mata air dulu untuk minum, begitu pula untuk pakaian harus mencarinya dulu, tempat perumahan atau tempat tinggal, dan kalau sakit membutuhkan berobat, begitu pula dengan kebutuhan lain-lainnya sebagai kebutuhan hidup. Segalanya harus disertai dengan pelajaran, petunjuk dan pengetahuan disertai ikhtiar dan usaha yang sungnguh-sungguh. Selain dari itu, hidupnya Nabi Adam sekalian didunia merupakan kehudupan permusuhan, mempunyai musuh yang tidak mau damai selamanya yaitu syetan, karena sungguh syetan sudah bersumpah akan mengoda Nabi Adam beserta semua anak cucunya sekuat tenaga. Mereka itu semua dimasukan sebagai teman yang akhirnya dimasukan kesiksa Allah swt. yaitu Neraka. Cara syetan mengoda dengan sekuat tenaga dan macam-macam cara dan jalan baik secara kasar dan halus, dan dari segala jurusan baik dari muka, belakang, juga dari arah kanan dan arah kiri, untuk senjata hidup permusuhan tadi Allah swt. Sungguh perjalanan hidup yang serba mengalami ppercobaan dan ujian semacam yang kita alami memang sudah menjadi kebiasaan bagi setiap umat yang menginginkan kesempurnaan hidup menuju keselamatan dan kebahagian hidup didunia dan di akherat, didalam ayat-ayat Al Qur’an dan didalam bukku-buku sejarah banyak yang telahmenerangkan perjuangan para Nabi-nabi dan para pengikutnya dan perjuangan orang-orang besar para pemimpin yang ingin mencapai sukses dalam kewajibanya atau memperoleh sukses dalam tujuan hidup, semua tadi tidak sunyi-sunyinya dari percobaan serta fitnahnya hidup dalam perjuangan didunia ini.

Pemberi nikmat Allah swt. yang berupa syahwat, baik bagi orang lelaki senang kepada orang perempuan atau sebaliknya perempuan senang pada orang lelaki, timbullah rasa kasih saying antara kedua jenis, menyebabkan tersebar keturunan Adam dan Hawa di alam didunia ini. Nabi Adam As. Dan itu hawa setiap mempunyai anak dikarunia oleh Allah swt anak kembar dua, yaitu lelaki dan perempuan dan menurut syariat (hokum agama) Nabi Adam, bahwa tidak boleh di jodohkan bagi setiap saudara yang bersamaan lahirnya (dalam satu bobotan) karena itu Qobil mau dikawinkan dengan kembaranya habil, sedangkan Habil dijodohkan dengan kembaranya qobil, tetapi atas putusan demikian Qobil tidak mau menerima, tetapi minta dikawinkan dengan saudari kembarnya sendiri, karna kembarQobil lebih cantiksedangkan kembar Habil kurang cantik. Karena Qobil tidak mengikuti syariat Adam As. Maka Nabi Adam nasehat kepada kedua anaknya yaitu Qobil dan Habil, agar kedua sama-sama membuat kurban buat Allah swt. siapa yang diterima kurbanya akan dijodohkan kembaranya Qobil. Sesungguhnya Qobil cara melaksanakan kurban tdk ikhlas (tdk karna Allah swt) tetapi hanya semata-mata mengikuti hawa nafsunya. Sebaliknya habil dengan hati yang benar ikhlas yaitu melaksanakan perintah ayah, dan apa yang akan terjadi syariat Allah swt. Habil selalu taat atau melaksanakan. Kemudian yang diterima oleh Allah swt, kurban habil karena itu Habil yang berhak mengawini kembaranya Qobil, yaitu Iqlima seorang wanita cantik rupanya, sedangkan Qobil yang berhak mengawini, kembaranya Habil yaitu Labuda namanya, seorang wanita yang terlalu cantik, karna kehendak nafsu, Qobil tidak terpenuhi maka timbullah rasa iri hati (hasud) kemudian timbul rasa jahat yaitu ingin membunuh saudaranya yaitu Habil, tetapi habil menjawab dengan cara sopan, sesungguhnya kurban yang diterima oleh Allah adalah kurbanya orang yang benar-benar takut kepada Allah swt. kalau saudara mengangkat tangan untuk membunuh aku, maka aku sekali-kali tidak akan mempunyai rasa iri hati untuk membunuhmu, karan aku takut kpada Allah swt. sudah mejadi kebiasaan dari syetan yang merupakan musuh nabi Adam as beserta semua cucunya, kalau ada orang yang berrmusuhan sesama saudara, maka syetan ikut serta mengadu domba diantara keduanya, maka terjadilah keinginan yang sangat memuncak dalam nafsunya Qobil untuk membunuh yang sangat memuncak dalam nafsunya Qobil untuk membunuh saudarannya yang brnama Habil tetapi setelah dilaksanakan membunuh maka hatinya merasa menyesal, tapi pepatah tlh mengatakan: Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna, akhirnya hati qobil merana tiada putus-putusnya sebagai Firman Allah swt. (Surat Al Maa’idah ayat 30): 30. Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, Maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. Setelah Qobil membunuh Habil, maka Qobil pun merasa bingung bagaimana cara menyelanggarakan mayat saudaranya itu, diwaktu ia kebingungan itu, maka Allah swt melihatkan dua ekor sedang berkelahi dan seekornya diantarnya mati terbunuh, maka yang masih hidup itu menggali tanah, lalu bangkai kawanya itu dikuburkan kedalam yang kemudian ditimbuni tanah. Hal ini ditegaskan Allah dalam firmanya (Surat Al-Maaidah ayat 31): 31. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya[410]. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, Mengapa Aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu Aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. Demikian riwayat Qobil hingga dapat mengubur mayat saudaranya yang dibunuh itu. Habil pertama kali orang yang meninggal lantraan dibunuh dimuka dunia ini. Karena itu setiap ada orang yang dibunuh tanpa berdosa, maka mendapatkan pahala begitu pula Habil juga mendapatkan pahala pula, sebaliknya Qobil sebagai orang pertama berbuat kejahataan/ pembunuhan, maka setiap ada pembunuhan yang dilakasanakan oleh orang yang durhaka maka mendapatkan dosa (siksa) demikian pula qobil sebagai pembunuh pertama maka juga mendapatkan dosa pula dari allah swt. karena orang pertama yang berbuat sebagai yang memberi contoh, baik perbuatan buruk maupun pebuatan yang baik begitu balasan Allah swt sesuai dengan amal perbuatan mereka. Menurut riwayat mengatakan bahwa Nabi Adam As. Wafat dalam seribu tahun dan setahun kemudian meninggal pula Siti Hawa. Sebagai riwayat mengatakan bahwa Nabi Adam dikuburkan ditanah Hindustan, dan sebagai riwayat lagi mengatakan bahwa Nabi Adam As dikuburkan di negeri Jeddah atau Mekah, berdekataan dengan siti Hawa. Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori ada terdapat: Sungguh Allah Adam as. Pada hari jum’at, diturunkan kebumi pada hari jum’at, beliau bertobat kepada Allah atas dosanya memakan pohon khuldi itu pada hari jum’at dan wafat pada hari jum’at. Adapun bulanya sebagai riwayat adalah bulan muhaaram tanggal 10 (Sepiluh Syuro), demikian cerita nabi Adam As.

Related posts

0 komentar:

ABOUT THIS BLOG

Media untuk berbagi dan memasyarakatkan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa, SELAMAT MEMBACA.

© 2013 DUNIA LAIN. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.