NILAI DUNIA HANYA SETES AIR KENCING

Berangkat pada suatu hari Khalifah Harun Ar Rasyid yang sedang dalam perjalanan umroh bertemu dengan sahabatnya yang bernama Bahlul. setelah berangkulan tanda bahwa keduanya saling merindukan, sang Khalifahpun mengundang Bahlul untuk santap malam di tempatnya.

Melihat betapa penyambutan yang dilakukan oleh Harun Ar Rasyid cukup mewah, maka Bahlulpun mengajukan pertanyaan.

” Wahai Amiral Mukminin, seandaianya anda tertimpa penyakit aneh yang menyebabkan engkau tidak bisa buang air besar dan seluruh tabib istana tidak mampu menyembuhkannya, namun ada seseorang yang diizinkan Alloh dapat menyembuhkan penyakit anda, maka apa yang akan anda lakukan ?”

Khalifahpun menjawab,” Aku akan memberikan separoh dari kerajaanku sebagai tanda terima kasihku kepadanya.”

” Dan seandainya engkau tertimpa penyakit tidak dapat kencing sama sekali, lalu tiba-tiba ada seseorang yang diizinkan Oleh Alloh dapat menyembuhkan anda, apa yang akan anda lakukan ?”

Dengan penuh semangat sang khalifahpun menjawab,” Aku akan memberikan seluruh kerajaanku kepadanya sebagai hadiah atasnya.”

Mendengar jawaban itu, bahlulpun tersenyum dan berkata,” Wahai Amiral Mukminiin, ternyata nilai kerajaan anda yang begitu megah dan mewah itu tak lebih dari sepotong kotoran dan setetes kencing semata, lalu apa yang hendak anda banggakan di hadapan Alloh yang Maha Kaya ?”. Dengan menangis Harunpun menangis dan memeluk sahabatnya yang telah memberikan nashat berharga itu.

sepenggal kisah di atas penulis dapatkan dari sebuah buku yang penulis lupa judulnya, akan tetapi bagi penulis kisah di atas memiliki nilai pelajaran yang sangat tinggi, yaitu agar manusia tidak terlalu tamak terhadap dunia, menganggap dunia adalah segalanya dan menjadikan dunia adalah tujuan hidupnya semata sampai ia lalai akan kewajibannya sebagai manusia yaitu mengabdi kepada Rabbnya. Cara apapun akan dilakukan asalkan ia dapat mendapatkan kemewahan dan kemegahan duniawi, tidak peduli apakah cara tersebut halal atau haram, dholim atau bukan yang penting syahwat dan kerakusannya dapat tersalurkan.

Padahal dunia ini dimata Alloh tidak ada nilainya sama sekali, dalam hadits Riwayat Imam Turmuzi dan beliau nyatakan hasan shahih nabi bersabda:

"Lau annad dunya ‘indallohi matsalu janaahi ba’udhotin ma saqol kaafiru walau surbata maain.”

Seandainya dunia disisi Alloh senilai sayap nyamuk saja, maka orang kafir tidak akan pernah diberikannya walaupun seteguk air.

Dan kenyataannya banyak orang kafir hidup mewah dengan harta yang melimpah, maka jelaslah bahwa dunia itu tidak ada nilainya sedikitpun dihadapan Alloh.

Sadar akan hal itu mestinya kita menjadikan dunia hanyalah sebagai sarana untuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Alloh, berusaha mencarinya dengan cara yang halal dan menjauhi segala macam dunia yang haram, tidak tamak dan rakus. Manusia boleh mencari dunia dan bahkan menjadi wajib apabila bisa menjadi sarana untuk dapat tegaknya agama Alloh, namun hendaknya dalam mencarinya tersebut tetap berada pada rel syariah yang telah digariskan oleh Alloh melalui Nabi kita Muhammad Saw.

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post